Bahan Finishing Oil Based Untuk Mebel Jepara, The Goods And Bad...

bahan finishing oil based
Baru baru ini kami dapat satu pesanan kursi jati model minimalis dengan finishing yang lain dari biasanya, si pembeli minta bahan finishing oil based atau finishing dengan bahan dasar minyak. Oil based yang diminta ini beda sama bahan oil yang kami tahu seperti teak oil atau linseed oil, tekstur bahannya hampir mirip dengan glaze yakni berupa cairan kental dengan warna yang bisa menyesuaikan keinginan. Tidak seperti teak oil yang tidak berwarna, oil based ini bisa minta warna.

Sang buyer minta kami untuk memakai brand spesific yakno Rubio Monocoat, namun setelah survey2an di pasar ternyata ada juga bahan finishing oil based merk lain. Bahan finishing ini memang kurang begitu populer di industri mebel jepara, namun kalau diluar negeri sana ternyata lumayan tenar lho. Mungkin karena aplikasinya yang mudah dengan hasil akhir yang bagus. Berikut ini step by step proses aplikasi bahan finishing oil based.

  1. Amplas halus, dan kami maksud halusssss banget, kalau di finishing biasa kita pakai amplas grit 240 itu sudah halus, tidak dengan oil based ini, harus halus banget amplas mentahnya untuk capai hasil maksimal baik kehalusan maupun mengkilapnya.
  2. Setelah halus, bersihkan dengan sempurna, gunakan lap, kompressor, sikat dan alat apapun untuk memastikan permukaan mebel yang mau di aplikasikan benar2 bersih dari debu dan kotoran lainnya. setelah selesai...pastikan lagi...
  3. Setelah pasti bersih, bersihkan lagi untuk yang terakhir kali namun kali ini pakai steel wool halus. Hal ini untuk memastikan debu yang ada di pori2 bersih sempurna dan kahalusan amplasannya maksimal.
  4. Aplikasikan bahan finishing oil based menggunakan kain katun halus secara merata, pastikan bahan finishingnya masuk kedalam pori2 kayu untuk menghasilkan lapisan kedap air nantinya. Disini diperlukan ketelitian sang aplikator jadi jangan sampai kelewatan di spot2 tertentu.
  5. Setelah dipastikan merata dan meresap, lap dengan kain bersih hingga tersisa lapian film yang merata.
  6. Biarkan mengering dan setelah itu di gosok lagi dengan kain katun bersih untuk mendapatkan hasil yang mengkilap, bisa juga pakai mesin buffing polisher kalau capek pakai tangan.
  7. Sudah selesai
Proses aplikasi bahan finishing oil based ini memang mudah, namun perlu ketelitian yang lebih saat proses persiapan maupun pada saat aplikasinya. Ini adalah salah satu kelebihan bahan ini, cepet banget prosesnya dibanding pakai bahan melamine atau Nitrocellulose.

Keuntungan Pakai Bahan Finishing Oil Based

  • Seperti yang sudah kami singgung diatas, proses nya cepat banget
  • Hasil akhirnya natural banget, serat kayu kelihatan lebih menonjol
  • Kedap air
  • Karena prosesnya cepet, jadi biaya akhirnya juga relatif murah, meskipun harga bahannya sendiri mahalnya setinggi langit.

Kerugian / Kelemahannya

  • Harus teliti saat aplikasi, jangan sampai kelewatan di spot2 tertentu. Disini diperlukan kejelian tenaga kerja yang meng aplikasikannya. 
  • Amplasan harus halusssss banget dan bersiiiih banget. memang ini sebuah keharusan sih kalau dalam proses finishing, tapi kalau pakai bahan lain gak segitunya kok halusnya.
  • Tidak ada pilihan warna solid, melainkan semua warna natural, hanya terang ke gelap saja pilihannya. ada juga putih namun tetap kelihatan serat kayunya. jadi kalau mau warna seperti cat duco, tidak bisa pakai bahan ini
  • Hasil akhir tergantung spesies kayu, jadi misal pakai warna A, akan beda hasilnya jika di aplikasikan ke jati dibanding dengan ke mahoni. Harus cuba cuba dulu...
  • Agak rentan jamur, harus jaga kebersihan dari debu dan juga jaga kekeringan barang dan lingkungan ya.
  • Tidak bisa high gloss, mengkilap maksimal nya adalah satin atau semi doff.
Kesimpulan kami setelah pakai bahan finishing oil based ini adalah SUKA...selain prosesnya cepet, hasil akhirnya cakep kayak kayu asli, namun kedap air tetaplah, coffee test lolos. Jadi kalau anda suka dengan mebel yang tampilannya alami, asli kayu gitu, namun tetap berharap proteksi maksimal dari finishing anda, maka bahan oil based ini cocok untuk anda. Namun kalau anda mau furniture yang "bling bling" mengkilapnya, atau mau warna2 fancey...maka dia bukan untuk anda.

Sekian berbagi pengalaman kami akan bahan finishing oil based yang kami pakai. Kalau ada kritik dan saran monggo tinggalkan komentar dibawah. Moderated ya...Nuwun...

0 Response to "Bahan Finishing Oil Based Untuk Mebel Jepara, The Goods And Bad..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel